Kisah soal warna kostum Arsenal memiliki keunikan tersendiri. Ceritanya, ketika pertama kali dibentuk dengan nam Dial Square, para pemain kesulitan mendapatkan kostum karena mereka tak punya cukup dana. Sialnya, tak ada orang yang mau mendanai mereka membuatkan kostum yangdibutuhkan.
Ditengah kebinggungan itulah Fred Beardsley, Bill Parr, dan Charlie
Bates yang baru pindah kerja dari Nottingham mengeluarkan ide
cemerlang. Mereka yang sebelumnya menjadi pemain Nottingham mengirimkan
surat ke mantan klubnya itu. Tujuannya satu, minta dikirimi kostum untuk
satu tim plus bola.
Permohonan mereka dikabulkan. Nottingham lantas menggirimkan kostum
berwarna merah tua yang dilengkapi celana putih dan kaus kaki biru.
Sudah barang tentu, kostum itu mirip dengan kostum utama Nottingham.
Perubahan terjadi saat Herbert Chapman memegang kendali tim sebagai
manajer. Pada 1925, dia mengubah kaus merah polos menjadi merah dengan
kombinasi putih dibagian lengan. Ada dua versi berbeda menyangkut
inspirasi yang mendasari pemilihan kombinasi itu.
Versi pertama mengatakan Chapman terinspirasi oleh seorang penonton
yang mengenakan sweater merah tanpa lengan yang melapisi kaus putih
yang dipakainya. Sementara versi kedua menyatakan Chapman terilhami oleh
dandanan kartunis Tom Webster saat bermain golf bersamanya. Kala itu,
Webster juga mengenakan kombinasi pakaian serupa penonton di versi
pertama.